5 Penyebab Ponsel Lokal kalah bersaing dengan Produsen China


mito

Sabtu - 30 November 2019 , 20.27 WIB

faisallintang - Sungguh Miris nasib Vendor ponsel lokal di tanah air , Hal ini patut menjadi pertanyaan yang mana di tengah kedatangan para vendor ponsel dari negara China , Kemana ponsel Lokal Seperti Advan , Mito , Polytron serta Evercroos hingga kini pun tidak terdengar lagi gaungnya .


Padahal kita tahu , Dahulu para vendor ponsel seperti Advan dan Evercroos tanah air masih sempat masuk dalam jajaran lima besar penjualan Smartphone di tanah air .

Sekarang melihat gencarnya para produsen ponsel China yang semangkin menjamur di tanah air , Maka dari itu menurut Analis IDC Indonesia Risky Febian , Sangat sulit bagi para Produsen lokal untk bersaing dengan para Produsen Dari Negeri China .

Nah maka dari itu , Ada Lima Alasan penyebab Vendor Lokal Sulit Bersaing

1 . Para Produsen Negeri China Menguasai Pasar tanah air


Saat ini memang kita ketahui , Vendor-vendor yang saat ini ada di posisi lima besar , Adalah para Produsen dari luar negeri terutama dari China , Hal ini disebabkan mereka umumnya bermain di Segmen Ultra low end dan Low end .

Padahal kedua Segmen inilah sumber pendapatan terbesar dari para vendor lokal untuk terus bisa menjalankan bisnisnya dalam usaha persaingan Smartphone di tanah air .

Padahal dahulu menurut Rizky vendor lokal bisa bertahan hidup ya dari pasar low end dan ultra low end . ini merupakan Smartphone murah yang mempunyai harga di bawah Rp 1,4 Juta ( Ultra low end ) , Dan Ultra low end ( Rp 1,41-2,9 juta ) .

" Mereka masih bisa suvive ( Bertahan ) di pasar Rp 1-2 Juta , Tapi makin kesini banyak vendor global yang agresif di rentang harga ponsel Rp 1 juta sampai Rp 2 juta," kata Rizky di bilangan Kuningan , jakarta Selatan , Jumat ( 29/11/2019 ) .

2 . Kalah Di fitur dan Spesifikasi 


Satu hal yang membuat para produsen Smartphone lokal kalah bersaing adalah dari segi Spesifikasi Yang di tawarkan oleh Smartphone tersebut ,

Para Produsen papan atas umumnya menurut Rizky mempunyai penawaran produk yang yang lebih beragam serta membawa fitur dan spesifikasi yang cukup menarik .

" Hal inilah yang membuat Vendor lokal sangat sulit bersaing dalam kompetisi , karena dari segi Spesifikasi pun kalah jauh jika dibandingkan penawaran yang dilakukan oleh Top vendor ini ," Ucapnya .

3 . Perubahan Pasar Penjualan Smartphone 


Masih menurut Rizky , penyebab lainnya akibat pergeseran pasar , Dua hingga tiga tahun belakang , Menurut Rizky pasar Ultra low end dengan harga di bawah Rp 1 Juta masih tersedia .

Tapi lihat sekarang ini , Pada kuartal ke tiga 2019 , Pangsa pasar Smartphone Ultra low end menyusut jadi 19 persen , Padahal pada 2-3 tahun belakang , pangsa pasar ponsel kategori ini menguasai 30-40 persen pasar .

Saat ini pasar ponsel low end dan menegah yang menguasai pasar , gabungan kedua ponsel yang dipasarkan di kedua kategori ini menurut Rizky mencapai 70 persen .

" Shifting ( Pergeseran ) dari Ultra Low end ke Midrange makin kencang di tahun ini 2019," di Sisi lain , Segmen high end ( di atas US$400 ) di indonesia hanya sekitar lima persen , Tingkat pertumbuhannya pun stagnan dan tidak terlalu besar .

Larinya ponsel di kedua segmen ini menurut Rizky sesuai dengan karakter pasar negera berkembang , Sehingga , daya beli masyarakat memang ada di segmen menengah .

4 . Selera Konsumen telah Berubah 

 

Advan


Dan hal yang lainnya turut mempengaruhi ialah , Selera konsumen Berubah , Sehingga pasar Ponsel Lokal Semangkin mengkecil .

" Balik ke Tren Konsumen , Kebutuhan Spesifikasi lebih tinggi karena konsumsi media dan mobile gaming yang semangkin Tinggi ," Ujarnya .

Selain itu juga , Para Vondor telah menawarkan tawaran Smartphone dengan nilai tambah yang lebih menarik pada ponsel menengah , Sehingga membuat pasar ini makin kencang di pasaran .

5 . Hanya Mempunyai Strategi Bertahan


Nah ini juga menjadi salah satu penyebab mengapa para Produsen Lokal tidak mampu bersaing dengan para Produsen dari Negeri China , Kebanyakan para Produsen Lokal hanya mampu menerapkan Strategi bertahan dalam mempertahankan Bisnisnya .

Strategi bertahan itu mempunyai arti , Produsen lokal hanya mengelurakan Produk yang Itu-itu saja tampa adanya usaha mengeluarkan produk yang bisa bersaing dengan Para Vondor Luar Negeri .

" Bukan hanya Fokus ke ponsel pintar , Tapi banyak vendor lokal malah menawarkan Smart Home , Atau Smart Tv , Wearable devices , Smart Watch." Nah ini startegi mereka juga , Untuk Survive ( Bertahan ) , Kini mereka tak hanya bergantung dari Penjualan Smartphone saja ,' Ucapnya lagi .

Para produsen Smartphone asal China kini mendominasi lima besar vendor dengan angka pengapalan terbesar di indonesia hal ini berdasarkan laporan international data Corporation ( IDC ) pada Kuartal ketiga 2019 ( Q3 ) .

Pada Kuartal ketiga ini , para produsen Smartphone China Seperti OPPO ( 26,2 % ) , VIVO ( 22,8 % ) , Realme ( 12,6 % ) , dan Xiaomi ( 12,5 % ) telah mencatat pengiriman dengan angka yang sangat Fantastis , Vendor asal Korea Selatan , Samsung bertengger di peringkat ketiga dengan angka 19,4%.

0 Response to "5 Penyebab Ponsel Lokal kalah bersaing dengan Produsen China"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Hosting Unlimited Indonesia

Iklan Bawah Artikel